Cara Mengatur Pola Makan yang Baik dan Benar

3+ Cara Mengatur Pola Makan yang Baik dan Benar (Lengkap)

Last Updated on

Memiliki perut ideal adalah impian banyak orang.

Namun, sayangnya hal tersebut kerap sulit diraih karena beberapa faktor penghalang, seperti kurang berolahraga dan pola makan yang tidak sehat.

Gaya hidup yang sehat perlu disertai dengan adanya pola makan tepat agar tubuh dapat terhindar dari berbagai penyakit.

Pola makan yang sehat cukup membantu untuk mengoptimalkan perolehan nutrisi ke dalam tubuh sehingga mampu memperkuat daya tahan tubuh.

Untuk mengawali pola makan yang sehat, berikut hal-hal yang dapat Ibu mulai lakukan di rumah.

Cara Mengatur Pola Makan

Untuk hal yang terakhir disebut, banyak yang menganggap sebagai dilema.

Di satu sisi, pola makan sehat seringkali tidak disertai dengan cita rasa lezat ketika bersantap.

Di sisi lain, menyantap makanan lezat cenderung tidak sehat karena mengandung sedikit nutrisi.

Ada cara mudah dan jitu dalam menerapkan pola makan sehat di kehidupan sehari-hari.

Dengan niat dan ketekunan, niscaya pola makan ini akan efektif bantu mengecilkan perut dan membakar lemak-lemak tubuh yang berlebih.

1. Cermat Mengonsumsi Karbohidrat

3+ Cara Mengatur Pola Makan yang Baik dan Benar (Lengkap)

Orang Indonesia menjadikan nasi sebagai makanan pokok atau sumber karbohidrat yang utama.

Sebuah pemikiran yang salah apabila nasi sebagai sumber karbohidrat tidak dianggap sebagai bagian dari pola makan sehat.

Tubuh manusia membutuhkan karbohidrat sebagai sumber tenaga.

Cara mengatur pola makan yang tepat adalah menjaga porsi nasi tersebut.

Ibu pun juga dapat memperkenalkan beras merah sebagai alternatif selain nasi putih sebagai makanan pokok dalam menu harian keluarga.

Psst, beras merah juga mengandung lebih banyak serat dan vitamin yang baik untuk kesehatan.

2. Cintai Sayuran

Cintai Sayuran dan Tambahkan porsi sayuran Anda - Cara Mengatur Pola Makan

Cara mengatur pola makan selanjutnya yang dapat Ibu terapkan adalah mengonsumsi sayuran.

Kebiasaan mengonsumsi sayuran ini perlu ditingkatkan secara perlahan.

Diawali dengan mengonsumsi sayuran sehat kesukaan secara perlahan supaya meningkatkan konsumsi porsi sayuran.

Ibu juga perlu ingat bahwa sayuran perlu diolah secara hati-hati untuk mendapatkan manfaatnya secara optimal.

Hindari memasak sayuran dengan suhu terlalu tinggi atau terlalu lama.

Jangan lupa untuk tambahkan minyak dalam jumlah yang secukupnya ke dalam sayuran.

3. Makan di waktu dan porsi yang tepat

Makan di waktu dan porsi yang tepat

Cara mengatur pola makan terbaik adalah mengetahui kapan dan seberapa besar porsi ketika makan.

Sarapan merupakan waktu makan yang paling penting karena dapat mempercepat proses metabolisme, tetapi bukan berarti Ibu harus mengonsumsi sarapan dalam porsi yang besar.

Ketika bangun tidur umumnya selera makan belum muncul.

Porsi makan terbesar dalam konsumsi harian Ibu sebaiknya ada pada waktu makan siang untuk mendukung aktivitas yang ada pada waktu tersebut.

Pada waktu makan malam, ketika Ibu tidak butuh banyak tenaga untuk beraktivitas, hindari makan dalam porsi yang besar.

4. Minum air putih secara teratur

Minum air putih secara teratur

Teratur minum air putih berperan penting dalam menyeimbangkan kebutuhan hidrasi tubuh dan menjaga stabilitas nafsu makan.

Selain itu, minum air putih secara teratur juga bermanfaat untuk bantu membersihkan usus dari ‘sampah’ yang berisiko mengganggu lancarnya saluran pencernaan.

9. Ingat selalu tujuan sehat Anda

Ingat selalu tujuan sehat Anda

Jangan pernah melupakan apa tujuan Anda berupaya meraih perut agar kecil dan sempurna atau dibawah ini.

  • Berat Badan menjadi turun
  • Perut Buncit

Selain sehat, tentunya Anda juga ingin terlihat menawan dalan berpenampilan.

Untuk itu, Anda bisa menempelkan reminder di berbagai gadget elektronik Anda.

Semakin Anda serius dan konsisten dalam melaksanakan pola makan yang sehat, maka akan semakin cepat pula efek maksimal yang Anda raih.

Cara Mengatur Pola Makan Diet

Ada banyak cara untuk menurunkan berat badan, namun efek samping yang harus dialami Ibu adalah rasa lapar berkepanjangan hingga nafsu makan yang tak terkontrol setiap saat.

Adakah cara yang efektif agar menurunkan berat badan tidak membuat tubuh ‘meminta makan’ lebih banyak?

Kris Gunnars, BSc dari Authority Nutrition pun memaparkan pola makan yang sehat untuk menunjang program penurunan berat badan Ibu.

1. Sarapan Tinggi Protein

Sarapan Tinggi Protein - Cara Mengatur Pola Makan Diet

Mulailah hari dengan sarapan berkualitas. Agar rasa kenyang bertahan lebih lama, Ibu bisa tambahkan asupan protein ke dalam menu sarapan sereal.

Menurut studi dari International Journal of Obesity yang mempelajari pola makan 30 wanita berusia 25 hingga 60 tahun, menemukan bahwa wanita yang makanan tinggi protein seperti putih telur mampu menahan rasa lapar sehingga berat badan turun sebanyak 65%.

2. Minum Air Lebih Banyak

Minum Air Lebih Banyak

Minumlah air mineral tanpa campuran pemanis atau bahan lainnya. Ibu bisa membiasakan minum segelas air, setengah jam sebelum makan.

Begitu pula jika rasa lapar datang, minumlah dahulu segelas air putih.

Tidak semua sinyal lapar menandakan tubuh memerlukan makanan, ternyata ada kondisi tertentu yang menjadi sinyal palsu sehingga menimbulkan rasa lapar.

Terkadang rasa lapar yang timbul ternyata merupakan rasa haus yang dirasakan tubuh.

Oleh karena itu, cobalah minum beberapa air putih terlebih dahulu dan tunggu hasilnya. 

Kebiasaan minum air putih juga bisa membantu menurunkan berat badan dan menurunkan asupan kalori hingga 44%.

3. Lengkapi dengan Serat

Lengkapi dengan Serat
Serat dalam makanan berfungsi mengikat air dalam jumlah banyak, sehingga memungkinkan sisa makanan dapat lebih mudah dicerna dan cepat keluar
Ahli Gizi Tuti Soenardi
Tweet

Jadi dengan banyak mengonsumsi serat, pencernaan akan lebih lancar dan juga dapat memaksimalkan pembuangan zat yang tidak dibutuhkan tubuh.

Ibu berusia 50 tahun ke bawah sebaiknya mengonsumsi 25 gramserat per hari sedangkan pria 38 gram.

Dengan meningkatkan asupan serat, Anda juga bisa mengurangi risiko gangguan jantung maupun diabetes tipe 2.

4. Porsi Kecil Tapi Sering

Porsi Kecil Tapi Sering

Saat ibu kelaparan, tentu porsi menu utama menjadi lebih banyak dan terkadang bisa kalap saat mengonsumsinya.

Yuk, bu dicoba mengubah sedikit kebiasaan saat makan tersebut, yakni dengan membagi porsi besar sekali makan menjadi beberapa porsi kecil untuk beberapa kali makan.

Hal ini baik untuk menjaga metabolisme tubuh tetap aktif dan mencegah keinginan untuk ngemil dating menjadi lebih jarang.

Referensi:

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *