7+ Kesalahan Fatal dalam Video Marketing yang Harus Anda Tahu!

7+ Kesalahan Fatal dalam Video Marketing yang Harus Anda Tahu!

Banyak orang saat pertama kali membuat video promosi untuk kebutuhan marketing-nya merasa kaget, bingung bahkan frustasi.

Karena sebagus apapun video yang dibuat, pasti viewersnya sangat sedikit, bahkan tidak ada.

“Di mana, sih, letak kesalahannya?”

Seandainya kita sudah mengetahui dari awal faktor-faktor apa saja yang membuat viewers pada video promosi kita itu sedikit, akan dihindari bahkan disampaikan ke orang banyak.

Inilah membuat kami memutuskan untuk membuat daftar faktor-faktor utama yang membuat
viewers sedikit.

Baca, pahami dan tandai hal-hal apa saja yang harus dihindari ketika kita memproduksi video promosi kita.

Mengapa tidak ada satupun yang menjadi viewers dari video yang Kita buat?

1. Durasi Terlalu Lama

Durasi Terlalu Lama

Sepertinya, kita belum melakukan riset yang menunjukan bahwa semakin berkurangnya perhatian orang-orang terhadap video berdurasi lama.

Tetapi, banyak studi yang menjelaskan bahwa perhatian utama untuk konten video hanya 8 detik.

Di atas itu, kurang lebih 2/3 viewers lebih menyukai video berdurasi dibawah
1 menit.

Jadi, buatlah video promosi berdurasi singkat.

CEO Hubspot, Brian Halligan, mengatakan “ketika memposting video promosi, Anda sedang meminjam pemikiran seseorang”.

Seperti contoh, ketika Anda bertanya kepada seseorang untuk meminjam sesuatu, hal yang dipertimbangkan adalah untuk menghormati waktu dari orang tersebut.

Dan kemungkinan kapan orang tersebut membutuhkan kembali barang yang Anda pinjam.

Umumnya, kita membutuhkan pikiran kita sehingga saat Anda membuat sesuatu seperti video promosi.

Ingatlah! Bahwa Anda meminjam pemikiran viewers Anda.

Tidak berarti video Anda dibatasi dalam 8 detik – setelah semuanya.

Berapa kali kemungkinan anda berbicara hal yang sama tentang durasi video promosi Anda?

Namun ketika Anda membuatnya, pastikan beberapa detik video tersebut sangat mengikat.

Itulah hal yang menarik perhatian penonton untuk tetap mempertahankan video promosi Anda.

2. Salah Memilih Target Penonton

Salah Memilih Target Penonton

Kami senang menonton video yang lucu,

Anda senang menonton video yang lucu, bahkan semua orang senang menonton video yang
lucu.

Tapi apa yang harus mereka lakukan dengan video-video promosi yang Anda buat?

Kapanpun Anda membuat video promosi,

Salah satu hal yang paling penting untuk dipertimbangkan adalah siapakah target penonton Anda?

seperti customer yang bisa dijadikan prospek.

Selain menghibur, apa membuat mereka merasa terbantu dengan video yang Anda buat?

Apa yang harus dilakukan untuk mendapat perhatian mereka adalah:

  • Dengan membuat mereka merasa senang hati (nyaman) ketika membiarkan Anda meminjam pemikiran mereka.
  • Dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang menarik viewers ke video promosi Anda.

3. Salah Memilih Sosial Media

Salah Memilih Sosial Media

Saat orang-orang berpikir mengenai “video marketing” terkadang yang muncul di pikiran pertama kali adalah Youtube.

Dan memang ini tidak salah apabila kita untuk memilih Youtube.

Karena sekitar sepertiga pengguna internet, pasti pengguna Youtube.

Namun Youtube bukan satu-satunya tempat untuk mengakses video.

Dan Youtube juga bukan satu-satunya tempat untuk mendapatkan
target penonton Anda.

Dinilai dari 45% pengguna internet,

Untuk contohnya,

Mereka akan menonton video lebih dari satu jam di Youtube atau Facebook.

Di atas itu, Facebook merupakan sosial media paling populer dengan 79% orang dewasa Amerika mengaksesnya.

Jadi, apabila Anda berfokus hanya pada Youtube.

Dan tidak membuat konten video di Facebook, mungkin besar Anda akan melepas banyak
target penonton yang ingin Anda incar selama ini!

Tetapi, di mana Anda memposting video, itu juga tergantung dari siapa
target penonton Anda.

Contoh untuk Generasi Millenial, memiliki slogan “tidak bisa hidup tanpa Youtube”.

Berdasarkan Adweek, hampir 2x lipat Generasi Millenial menonton video di Youtube
daripada Facebook.

Itulah alasan yang membuat betapa pentingnya menentukan target penonton yang memang meluangkan waktunya untuk menonton video secara online,yang mana dapat membantu menjelaskan video
seperti apa yang akan Anda buat dan di mana anda akan menaruhnya ke wadah yang tepat.

Salah satu tempat riset, memperbaharui hasil dari sosial media sangat membantu untuk hal tersebut, yang mana menjelaskan siapa saja yang menggunakan sosial media tertentu.

Lihat dan pertimbangkan berdasarkan siapa yang akan menonton video Anda, lalu tentukan apakah Anda harus memperluas konten video Anda atau sebaliknya.

4. Anda Tidak Mempromosikan Video Tersebut di Sosial Media Lain

Anda Tidak Mempromosikan Video Tersebut di Sosial Media Lain

Misal, Anda sudah membuat konten video di Facebook.

Jadi, jangan biarkan video itu hanya tersimpan di Facebook, karena itu yang membatasi viewers video Anda.

Solusinya adalah mempromosikan video tersebut di sosial media lainnya, seperti Tiktok, Twitter, Youtube, Snapchat dan lain-lain, itu dapat mempengaruhi traffic dan keterikatan orang lain terhadap video
tersebut.

Seperti contoh, Instagram dapat menjadi tempat promosi yang baik.

Kelebihan Verified akun di Instagram adalah Anda bisa menambahkan link di Story mereka.

Hal tersebut dapat diketahui dengan adanya tulisan “see more” di bawah Story mereka.

Ternyata, ini menawarkan kendali tambahan untuk traffic video Anda.

Jadi, Anda tidak harus membuat video promosi keseluruhan untuk faktor ini.

Anda bisa mengambil beberapa detik paling menarik dari video
promosi yang telah Anda buat sebelumnya.

Hal ini disebut teaser.

Teaser ini dapat Anda promosikan di sosial media lain untuk menambah traffic video promosi anda.

5. Judul yang Terlalu Biasa

Judul yang Terlalu Biasa

Anda mungkin sudah familiar dengan istilah clickbait.

Clickbait merupakan penggunaan dari judul yang menarik perhatian dan
memanipulasi orang- orang untuk meng-klik sebuah link.

Kemudian setelah terakses konten dari link tersebut tidak ada hubungannya
sama sekali dengan judul tersebut.

Hal ini sangat tidak direkomendasikan untuk dilakukan karena akan memicu penalti
serius dalam SEO dan situs sosial media tertentu.

Facebook contohnya, telah mengumumkan akan mengambil tindakan untuk
menghapus Clickbait dari beranda.

Dalam kata lain, saat terlihat menggiurkan untuk memberikan video
Anda judul yang mudah untuk diklik.

Saat sebenarnya tidak menjelaskan konten video tersebut, pasti anda akan mendapatkan
hukumannya.

Meskipun ini tidak langsung mengeluarkan anda dari situs sosial media, hal tersebut akan menodai branding anda.

Apabila seseorang telah mengklik clickbait tersebut, dia akan berpikiran
bahwa video promosi atau konten Anda tidak original.

Hal tersebut juga membuat anda merasa harus memiliki judul yang
sesuai dengan apa yang target penonton anda cari.

Anda membuat konten video yang menawarkan solusi untuk keraguan pelanggan.

Ditambah riset yang diselenggarakan oleh Backlinko.

Menemukan bahwa video dengan keyword yang pasti dan sesuai dengan judul
memiliki keuntungan dibanding yang tidak.

Pada akhirnya, pastikan judul yang Anda buat tetap singkat.

Me On Property sangat merekomendasikan untuk membatasinya dalam 60
karakter untuk menbantu menjaga video promosi tersebut tidak
terpotong di hasil pencarian.

6. Anda Tidak Mengoptimalisasikannya

Anda Tidak Mengoptimalisasikannya via Facebook, SEO, Youtube, Google, Twitter, Instagram

Berikan video Anda sebuah keakuratan, kejelasan, dan judul yang singkat merupakan bagian dari mengoptimalisasikan video promosi Anda.

Inilah di mana Youtube menjadi pemeran utama semenjak optimalisasi platform untuk sharing video.

a.) Description

Hal ini harus dibatasi di 1.000 karakter dan ingat bahwa viewers datang ke Youtube untuk menonton video promosi anda, bukan membaca banyak teks.

Ditambah lagi Youtube hanya menampilkan 2 atau 3 baris pertama dari teks tersebut, di mana hanya 200 karakter, Jadi deskripsi di halaman utama merupakan informasi utama.

b.) Tags

Menggunakan hashtag bukan hanya membiarkan viewers tahu isi dari video tersebut.

Hashtag memberitahukan Youtube juga di mana hashtag untuk “mengerti konten dan konteks dari video Anda” berdasarkan Backlinko.

Dengan cara itu, Youtube akan menggabungkan video Anda dengan video yang serupa, yang mana
meluaskan pencapaian konten.

Jangan gunakan hastag yang tidak pas karena mereka mungkin menambah viewers baru.

Faktanya, Google juga dapat penalti untuk hal yang sama.

c.) Category

Memilih sebuah kategori adalah salah satu cara untuk mengelompokan video anda dengan video yang serupa di Youtube.

Tetapi, hal tersebut tidak semudah kedengarannya.

Youtube’s Creator Academy menyarankan agar marketer “berpikir mengenai apa yang
bekerja dengan baik dalam setiap kategorinya”.

Anda dapat mempertimbangkamnya dengan menjawab pertanyaan seperti:

  • Siapakah pembuat paling terkenal dalam kategori tersebut?
  • Apa yang mereka tahu dan apakah mereka mengerjakan dengan baik?
  • Apakah ada beberapa pola antara peserta dan pendengar dari sosial media yang serupa dalam kategori yang diberikan?

7. Membuat Viewers Tidak Mendapatkan Apa-apa Setelah Menontonnya

Setelah riset dengan menonton beberapa video,

Viewers harus merasakan sesuatu baik itu pintar, sedih, geli atau bahkan secara
umum biasa saja.

Tidak seharusnya viewers merasa cukup menghabiskan waktunya.

Masih ingatkah apa yang telah dikatakan sebelumnya mengenai
orang orang menjadi ringkas baik waktu dan perhatiannya?

Tidak ada hal yang menarik dan terutama membuat viewers kembali lagi ke channel Anda daripada
meninggalkan perasaan viewers baik marah, sedih, kesel, bahagia, lucu daripada mereka tidak mendapatkan apa-apa setelah menonton video promosi Anda.

Terkadang, emosi dapat mempengaruhi keputusan membeli.

Apalagi ketika ada cerita di dalamnya.

Jadi, ketika anda membuat konten video,

Faktor ini akan sangat membantu dalam mendapatkan hasil penonton yang
tidak sabar sebelum dibuat menjadi publik, seperti teman atau teman
kerja dari perusahaan berbeda.

Ingatlah! apa yang menjadi maksud awal dibalik video tersebut.

Apakah akan memiliki arti menolong, menggerakan, atau menghibur?

Lalu, ketika teman Anda telah menontonnya, tanyakan apa yang Anda harapkan sebelumnya.

Apabila jawabannya tidak, tanyakan apa penyebabnya.

Apabila reaksinya kurang antusias,

Itu merupakan langkah awal yang baik untuk menjadi titik awal.

Ingat pula:

Emosi adalah apa yang membuat orang-orang ingin membagikan sesuatu.

Hal tersebut yang membuat menonton video lebih ke sebuah pengalaman daripada sebuah kejadian,

Dan apa yang akan membuat viewers ingin menyampaikannya ke yang lain.

Jadi, lakukan apa yang bisa membuat viewers pasti merasakan respon dari video.

Bukan hanya menyediakan mereka dengan nilai.

Ini juga menjadi lebih enak untuk dibagikan.

Peringatan, bagaimanapun: jangan membuat konten video dengan direncanakan menyerang atau bermaksud untuk menimbulkan emosi negatif hanya untuk memiliki reaksi untuk video tersebut.

Ingat, satu dari tujuan utama dibalik semua konten, termasuk video, untuk
menggabungkan produk Anda dengan sesuatu yang membantu dan
positif.

Tidak menjadi seseorang yang membuat orang lain merasa marah dan sakit hati.

Apakah anda telah berusaha untuk membuat orang-orang menonton
video-video anda?

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *