Passive Income

Passive income

Mungkin di antara kalian sering kali berpikir seperti ini:

Kok, bisa ya,

Orang-orang terkaya di dunia,

Uangnya itu tidak pernah habis?

Kita

Bahkan sampai kita punya ungkapan tersendiri:

Uangnya tidak berseri

Kita

Video Edukasi (Gratis) seputar Finansial passive income:

Tapi, tahukah bahwa kalian memiliki alasannya untuk orang-orang tersebut bisa hidup?

Ternyata, jawabannya adalah karena mereka memiliki passive income.

Dan kita sebagai manusia merupakan satu-satu species di muka bumi ini yang sering bertransaksi dengan uang.

Faktanya, bahwa hidup di zaman ini, ternyata tidak gratis.

Kecuali udara dan organ pada tubuh kita yang diberikan oleh Tuhan (Allah SWT, bagi pemeluk agama islam).

Aset

Admin,

Jangankan memiliki passive income,

Active income saja saya tidak punya..!

Bagaimana mungkin saya bisa memiliki passive income?”

Orang yang sering mengeluh

Siapa yang bilang tidak bisa?

Dengan Anda menyisihkan sebagian active income kamu.

Maka, Anda pasti bisa memiliki passive income.

1. Membangun Pondasi Website (Blog)

Blog
Blog, sumber dari Blogger Perempuan

Cara yang paling populer dan sederhana bagi kami untuk mendapatkan passive income adalah dengan memiliki blog punya Anda sendiri.

Kamu hanya butuh beberapa menit (sekitar 5-10 menit) untuk menyiapkannya.

Sedangkan untuk para pemula mungkin agak membutuhkan waktu juga.

Kami rekomendasi untuk temukan Mentor/Coach/Guru yang cocok dengan pribadi kamu.

Kenapa harus dilakukan?

  • Pertama, kamu akan menghemat waktu dan umurmu.
  • Kedua, kamu juga tidak perlu terlibat dalam trial/error yang membutuhkan antara 3 sampai bahkan 10 tahun loh!
  • Ketiga, mempercepat menambah wawasan oleh para Mentor.

Ok, kita lanjutkan materinya!

Selain itu, modal untuk memulainya juga terbilang murah.

Nama Paket HostingHarga yang Dibanderol
Pelajar/PemulaRp 150.000 – Rp 199.000
Starter/Medium/PersonalRp 350.000 – Rp 599.000
Premium/BisnisRp 1.000.000 – Rp 1.999.000
Startup/Cloud Hosting/VPSRp 3.000.000 – Rp 5.999.000

Kamu hanya perlu beli nama domain dan bayar untuk hosting.

Nah, setelahnya kamu butuh konsistensi.

Karena nantinya blog kamu harus diisi dengan konten-konten yang bisa dibaca dan dibagi ke banyak orang.

Agar tidak berat, mulai buatlah konten-konten yang sesuai dengan ketertarikan atau keahlian kamu.

Lalu, konten seperti apa?

  • Video
  • Gambar
  • Infographic
  • Artikel
  • Tutorial
  • Studi kasus
  • PDF/Word/Excel
  • File
  • Penelitian
  • Meme

Misalnya, jika kamu seorang akuntan yang telah membantu pemilik usaha kecil dengan pajak mereka, maka itu bisa menjadi blog kamu.

Contoh lainnya, kamu adalah seseorang yang hobi makeup atau traveling,  maka kamu bisa menjadi travel blogger atau beauty blogger.

2. Affiliate Marketing

Affiliate Marketing

Cara promosi yang Anda lakukan bisa bermacam-macam.

Mulai dari promosi via:

  • Website,
  • Akun sosial media, hingga
    • Channel Youtube
    • Channel Fanspage Facebook
    • Channel Twitter
    • Channel Tiktok
    • Channel Telegram
  • E-mail.

Pilih platform di mana Anda bisa mengakses basis konsumen potensial yang luas.

Masih berhubungan dengan poin sebelumnya.

Setelah mendapatkan banyak pengunjung,

Kamu bisa mulai menghasilkan uang dari blog kamu dengan menghasilkan komisi sebagai afiliasi.

Jasa Periklanan

Di sinilah kamu mengiklankan produk atau layanan orang lain di situs kamu.

Pastikan produk atau layanan ini relevan dengan blog kamu.

Misalnya, blog laptop bisa menjadi afiliasi untuk perangkat lunak (Software), perangkat keras (Hardware), atau Konsultan.

Setelah kamu menemukan mitra afiliasi yang cocok dengan website-mu.

Maka, dari platform penyedia affiliate akan memberi kode unik.

Sehingga setiap kali pengunjung mengklik link di situs kamu, kamu akan mendapatkan komisi kamu.

Dan menurut kami, sebaiknya kamu menjual jasa kamu di website yang kamu buat selama ini dibandingkan mengiklan barang/jasa orang lain.

Jasa Guest Post atau Content Placement (Sponsor)

Hal kedua adalah dengan menemukan sponsor.

Ini sedikit berbeda dengan hanya menjual iklan di situs kamu.

Sponsor dapat berupa konten disponsori satu kali atau logo permanen yang disematkan di footer.

Pemberi sponsor tentunya harus membayar kepada kamu jika ingin logonya ditampilkan di situs yang kamu miliki.

Kami sarankan kalau sponsor dengan Logo dibanderol dengan harga Rp 2,5 juta/link

3. Video Marketing

Video Marketing
Creative concept banner. Source: Online Marketing

Cara yang ketiga adalah dengan membuat konten video di Youtube.

Kamu bisa memulai karir-mu di Youtube dengan membuat konten dari bidang profesi yang kamu sukai.

Misalnya:

  • Tutorial tentang makeup
  • Vlog saat Traveling
  • Review Film
  • Membuat Trailer Lucu seputar Film
  • Bermain Mobile Gaming seperti Mobile Legends, PUBG, CODM

Nah, untuk bisa mendapat penghasilan dari YouTube…

Kamu harus mendaftar ke YouTube AdSense.

Untuk bisa bergabung, Anda perlu memenuhi beberapa persyaratan YouTube Partner Program, yaitu:

  1. Mengikuti kebijakan monetisasi YouTube.
  2. Tinggal di wilayah atau negara yang terhubung dengan YouTube Partner Program.
  3. Memiliki akun Google AdSense.
  4. Punya lebih dari 1000 subscriber.
  5. Video-video Anda sudah ditonton selama lebih dari 4000 jam dalam 12 bulan terakhir.
Persyaratan Channel Youtube

Apabila kamu sudah konsisten dan mendapatkan banyak viewers bahkan subsriber, kamu bisa bekerja sama dengan Google AdSense di dalam video tersebut.

Video-mu juga akan ditambahkan iklan secara otomatis.

Kemudian, ketika viewers (users atau pengguna) mengkliknya.

Maka, kamu akan mendapatkan uang dari AdSense.

Berdasarkan:

  • Jumlah view yang didapat setiap video yang kamu buat.
  • Watch time (hours): jumlah yang ditonton oleh para pengguna.
  • Top Videos: Video yang sedang naik daun di channel youtube Anda.
  • Impression
  • CTR (Click through Rate): faktor yang perlu kamu perhatikan ketika membuat konten video di channel youtube kamu sendiri.

Jika seluruh persyaratannya sudah dipenuhi…

Kamu bisa mulai mengumpulkan pundi-pundi penghasilan dari Youtube.

Tapi, apa saja sumber pendapatan dari Youtube?

Berikut diantaranya:

1.) Penjualan Merchandise

Jika Anda sudah memiliki basis penonton yang loyal.

Kamu bisa menjual berbagai merchandise terkait channel Anda.

Contohnya seperti:

  • Kaos,
  • Sweater/Jaket,
  • Topi,
  • Casing HP,
  • Stiker, dan sejenisnya.

2. Youtube versi Premium

Program ini memungkinkan penonton untuk menikmati konten Anda tanpa iklan.

Tapi, mereka harus membayar biaya langganan per bulan untuk bisa mengaksesnya.

3. Keuntungan iklan

Anda akan mendapat cuan setiap ada penonton yang mengklik iklan di video Anda..

Ataupun menonton iklan di video Anda sampai habis.

3. Kontributor di Website Fotografi

Photography
Source: Info Pensi

Bagi kamu yang hobi atau pecinta fotografi.

Ternyata, hal ini bisa menjadi cara alternatif menghasilkan passive income khusus para pemburu.

Website fotografi seperti:

  • Shutterstock,
  • iStockphoto.

Website di atas, mereka menyediakan platform khusus yang membuatmu bisa menjual hasil jepretan foto kamu loh!

Biasanya mereka akan menawarkan presentase atau biaya tetap dari tiap foto yang dijual.

Dengan cara ini,

Nantinya satu foto milikmu bisa menjadi sumber arus kas.

Karena foto tersebut dapat dijual berulang kali.

Jadinya, bermanfaat bagi banyak orang tentunya.

Jadi…

Bila kamu ingin memulai langsung dengan langkah yang ini…

Maka, kami rekomendasi kepada kamu.

  • Buatlah portofolio atau aset digital kamu yang paling banyak dicari oleh para pengguna di pencarian Google Image, Bing Images, Yandex Image.
  • Dengan beragam tema, lalu letakan di lebih dari satu platform foto.

Setelahnya, kamu akan bisa memiliki passive income karena semua teknis transaksi akan ditangani melalui website tersebut.

Rata-rata Penghasilan di Shutterstock

4. Investasi

Berinvestasi
Ayo, ambil berinvestasi sekarang! Source: Rencana-ku

Adapun, kamu bisa memilih investasi yang bisa menghasilkan pemasukan dalam rentan waktu tertentu.

Misalnya, seperti investasi saham yang memberikan deviden tinggi.

Tapi bagaimana jika kamu seorang pemula dalam berinvestasi?

Saat mendengar kata investasi,

Mungkin kamu langsung membayangkan investor terkenal seperti Warren Buffet.

Atau mungkin Anda malah langsung terbayang istilah-istilah investasi yang terdengar njelimet seperti:

  • Capital gain,
  • Cut loss, atau
  • Saham blue chip.

Jenis-Jenis yang Perlu Kamu Tahu!

Nah, bagi Anda yang belum begitu familiar dengan jenis-jenis investasi…

Kami rangkum mulai dari risiko rendah dan hasil return kurang memuaskan hanya 7%/tahun hingga risiko tinggi (Saham).

Berikut adalah sebagian diantaranya:

1.) Reksadana

Anda menginvestasikan sejumlah uang untuk dikelola oleh Manajer Investasi (MI).

Nanti dananya akan dialokasikan oleh MI ke berbagai pos seperti pasar uang atau saham.

MI akan mendapat komisi dari keuntungan yang Anda dapat.

2.) Deposito

Anda menyimpan uang di bank selama periode waktu tertentu. Keuntungannya berasal dari bunga.

3.) Peer-To-Peer Lending (P2P)

Ini adalah investasi berbentuk pinjaman melalui suatu platform.

Beberapa contoh platform P2P lending yang cukup populer di Indonesia adalah:

  • Investree,
  • Amartha,
  • Koinworks.
4.) Emas (Gold)

Investasi emas mengandalkan perubahan harga beli dan harga jual emas.

Keuntungannya didapat jika Anda membeli emas di harga rendah lalu menjualnya saat harganya lebih tinggi.

5.) Saham

Singkatnya,

Kamu akan membeli saham pada suatu perusahaan di pasar modal.

Lalu, keuntungannya itu bisa kita dapat dari:

  • Dividend, atau
  • Nilai tukar saham (capital gain).

Pastikan Anda sudah memiliki wawasan yang cukup sebelum berinvestasi saham.

5.) Dividen

Dividen Saham Bank BRI

Deviden itu adalah ketika anda menjadi shareholder di sebuah perusahaan.

Anda menjadi pemegang sahamnya.

Misalnya, kamu memiliki saham perusahaan A sebesar 20%, 30%, 10% atau bahkan 5% sekalipun.

Kamu akan tetap mendapatkan pembagian keuntungan dari hasil penjualan yang dilakukan oleh perusahaan.

Biasanya pada akhir tahun anda akan mendapatkan deviden dari keuntungan perusahaan sesuai dengan kapasitas saham yang anda miliki di perusahaan tersebut.

6. Menyewakan Properti

Apakah Anda memiliki rumah, unit apartemen, atau bangunan yang tak terpakai?

Jika iya, Anda bisa memanfaatkannya sebagai sumber passive income juga lho! 

Contohnya,

Anda bisa bayangkan pendapatan pasif yang didapat oleh pemilik kost.

Jika ada kost berisi 15 kamar, dan tiap kamar seharga Rp700.000 per bulan.

Maka ,pemilik kost bisa menikmati penghasilan kotor hingga Rp10.500.000 per bulan!

Tujuan

Anda juga mesti mempertimbangkan target pasar.

Kenapa hal ini harus dilakukan?

Agar kita tidak pusing pada tujuan untuk memenuhi kebutuhan pasar dan lebih spesifik lagi sangat lumayan bagus loh!

Misalnya,

  • Kontrakan Anda menargetkan pasangan suami istri yang bekerja di pinggiran kota.
  • Atau kost-kostan Anda menargetkan mahasiswa dan pekerja kantoran.

Promosi

Anda bisa memasarkan properti Anda lewat berbagai platform sewa properti online.

Contohnya seperti:

Anda juga bisa coba memasarkannya via media sosial seperti:

  • Facebook Marketplace
  • Tiktok
  • Youtube

Untuk harganya, pertimbangkan fasilitas yang dimiliki properti Anda, serta lokasinya.

Manfaat

1. Jaminan untuk masa depan

Kita memakan waktu 16 tahun untuk bersekolah.

Hingga berusia 22 tahun agar mendapatkan gelar sarjana.

Setelah itu,

Kita terjun ke dunia kerja selama bertahun-tahun.

Semua rentetan usaha yang panjang itu kita lakukan untuk menjamin masa depan…

Agar kita hidup enak dan layak di hari tua nanti.

Kalau ditanya,

  • Mau sampai berapa lama Sobat ingin bekerja?
  • Apakah kamu sudah memiliki jawaban realistis?

Benefit dari passive income,

Bahwa itu bisa menjadi jaminan biaya untuk hidup kita di hari pensiun nanti.

Jika memiliki sumber pendapatan yang memiliki sustainability baik.

Dan bisa dijadikan sandaran biaya hidup.

Paling tidak,

Rasa kekhawatiran akan masa depan kita bisa ditekan secara signifikan.

2. Menawarkan passion dalam hidup

Kita semua memiliki passion dalam hal yang ingin kita lakukan.

Namun semakin kita beranjak dewasa,

Passion jadi prioritas yang dikesampingkan.

Karena ada yang jauh lebih penting dari itu – yaitu uang untuk bertahan hidup.

Beberapa orang mungkin ‘beruntung’…

Karena passion mereka bisa menghasilkan uang dengan jumlah yang nggak main-main.

Tapi, pengalaman yang paling sedih bagi kami adalah:

Catatan

Ketika seseorang mengerjakan sesuatu yang jauh dari passion-nya dan mendapatkan gaji yang jauh dari harapan.

Bila selama ini dalam bekerja Sobat mengesampingkan passion.

Dan mencari pekerjaan dengan prioritas gaji…

Solusinya adalah dengan meraih pendapatan pasif yang bisa diandalkan Sobat…

Supaya kita bisa mengejar cita-cita pekerjaan yang sudah diimpikan sejak lama.

2. Menawarkan kebebasan waktu

Waktu adalah komoditas paling berharga yang Sobat miliki saat ini.

Tidak seperti uang yang bisa disimpan dan dikumpulkan untuk digunakan membeli sepatu baru di akhir bulan nanti.

Sobat tidak bisa menyimpan 5 menit sekarang dan menggunakannya nanti saat membutuhkan tambahan waktu untuk mengerjakan ujian.

Itulah mengapa waktu lebih berharga dari segalanya.

Karena waktu adalah komoditas yang:

  • Tidak bisa dicari,
  • Disimpan, maupun
  • Diperbarui.

Semua orang mendapat waktu 24 jam sehari, tanpa terkecuali.

Kita bekerja 8 jam sehari, bahkan lebih untuk mendapat penghasilan.

Bahkan kalau ingin penghasilan lebih,

Jalan yang ditempuh adalah dengan bekerja sampingan.

Kalau sebagian besar waktu yang dimiliki digunakan untuk bekerja.

Lantas kapan kita bisa menikmati hidup?

Passive income memberikan jawaban kepada kita atas kebebasan waktu yang dicari-cari.

Tanpa memerlukan usaha maupun alokasi waktu,

Sobat masih bisa dapat penghasilan secara rutin dari sumber pendapatan pasif.

Dengan begini, kita bisa memiliki lebih banyak waktu untuk membangun kehidupan pribadi.

Apa Itu Passive Income?

Passive income atau pendapatan pasif merupakan pendapatan yang bisa didapatkan oleh seseorang atas kegiatan ekonomi yang dia lakukan tanpa perlu berperan aktif dalam kegiatan tersebut.

Pengertian lainnya adalah pendapatan yang bisa dihasilkan seseorang bahkan saat orang tersebut tertidur.

Contohnya, Bella membeli rumah di kawasan kampus untuk disewakan sebagai kos.

Kemudian, Bella juga mempekerjakan seseorang untuk merawat dan menjaga rumah kos tersebut.

Dengan begitu, Bella mendapat penghasilan dari sewa kos setiap bulannya tanpa perlu usaha aktif menjaga dan merawat rumah tersebut.

Itu yang dinamakan dengan passive income.