Tari Legong: Seni Tari Pagelaran Khas Daerah Pulau Dewata Bali

Pengertian

Tari Legong merupakan tarian tradisional yang berasal dari Pulau Dewata Bali.

Yang memiliki gerakan yang sangat kompleks dengan menyatukan antara gerakan dengan iringan musik melalui alat musik tradisional, yaitu gamelan.

Anda dapat mengamati gerakan para penari yang sangat kompleks yang konon katanya merupakan akibat dari adanya gambuh.

Keunikan

Para penari Legong di daerah Bali

Nggak nyesel deh belajar tentang sejarah Tari Legong yang sangat unik.

Tarian klasik Bali yang sangat eksis di Bali sejak zaman keraton.

Walaupun nggak dimainkan oleh banyak penari, tapi makna yang disampaikan sangat kuat.

Legong ini menjadi suguhan tarian bagi wisatawan selain Tari Kecak dan Tari Pendet.

Kalian jangan sampai melewatkannya, rugi banget udah nyampek Bali.

1. Dijuluki Legong Keraton

Ya karena memang sesuai dengan sejarahnya kalau Tari Legong ini memang hanya berkembang di dalam lingkungan keraton dan pura saja. Makanya dulu namanya Legong Keraton.

Hampir setiap ada kegiatan keraton, Tarian ini selalu ditampilkan. Tidak pernah absen. Namun kemudian mulai berkembang di masyarakat karena kesadaran akan seni yang harus terus hidup sebagai warisan budaya.

2. Penarinya gadis

Para penari Legong harus masih gadis, yang mewakili makna suci karena sifat tarian ini yang sakral dan dijadikan tarian di upacara keagamaan yang bertempat di Pura. Makanya sejak awal lahirnya tarian ini, para penari yang dipilih adalah para gadis.

3. Hanya dimainkan oleh dua penari

Hal tersebut memang sesuai dengan alur cerita tarian yang mengisahkan tentang kisah kasih percintaan antara Pangeran Lasem dengan Putri Rankesari. Selain itu, di kisah lain, juga hanya memerlukan dua orang penari saja.

4. Ada condong

Nah, inilah keunikan yang dimiliki oleh Tari Legong yang membuatnya beda dengan tarian Bali yang lainnya, yakni adanya peran Emban yang masuk ke panggung duluan sebelum penari masuk.

Peran condong ini hanyalah sebagai penari tambahan saja, namun tetap memberikan sentuhan unik pada tarian ini.

5. Kipas

Salah satu property unik yang dipakai dalam Tari Legong ini adalah kipas. Di mana property ini dipakai oleh kedua penari dengan warna kuning keemasan, pokoknya warna Bali banget. Hanya Condong saja yang nggak bawa kipas.

6. Syarat khusus penari Legong

Seperti yang sudah kalian ketahui sebelumnya kalau penari Tari Legong ini harus seorang gadis.

Nah ada syarat penting lagi yang harus diketahui, yakni, penari Legong harus gadis yang belum menstruasi.

Mereka harus menari di saat bulan purnama. Saat itu, aturan ini berlaku di keraton. Namun untuk sekarang bisa ditampilkan kapan saja.

7. Tarian yang lembut

Gerakan yang gemulai dengan tempo rendah membuat penampilan penari Leggong sangat lembut. Tapi dijamin nggak bikin ngantuk, karena ada makna cerita yang menarik dibaliknya.

8. Memiliki banyak tema

Kalau biasanya tarian membawa satu tema tertentu. Berbeda dengan Tari Legong ini yang bisa menampilkan banyak tema. Kalian bisa memilih tema cerita apa yang akan dibawakan.

Keunikan tarian ini adalah segelintir keindahan yang dimiliki.

Masih banyak keunikan lain yang perlu untuk ditelusuri lebih dalam.

Tujuannya adalah untuk edukasi anak cucu kelak, jangan sampai punah ditelan tarian Barat.

Sejarah

Dalam sejarah menyatakan bahwa Tari Legong adalah tarian Bali yang lemah lembut yang sudah terikat dengan iringan gong.
Lukisan Penari Legong

Berawal dari namanya, Legong, yang berasal dari dua kata, “leg” dan “gong”.

Kata “leg” sendiri adalah Bahasa Inggris yang berarti “kaki”.

Namun, untuk kaitannya dengan sejarah Tari Legong ini, kata “leg” bermakna gerakan tari yang lemah gemulai.

Sedangkan “ gong” sendiri adalah nama dari salah satu alat musik tradisional senior.

Hampir semua tarian daerah menggunakan alat musik pukul ini.

Nah, dari makna literalnya tersebut dapat diartikan bahwa Tari Legong adalah tarian Bali yang lemah lembut yang sudah terikat dengan iringan gong.

Nama gamelan atau gong yang dipakai dalam Tari Legong ini bernama Gamelan Semar Pagulingan dengan lakon Lasem.

Nah, dari lakon inilah sejarah Tari Legong berasal.

Di mana dalam cerita Lase mini mengisahkan tentang cinta terlarang antara Putri Rankesari dan Prabu Lasem.

Namun, beda dengan versi sejarah yang satu ini, di mana Tari Legong ini katanya adalah hasil mimpi raja yang saat itu tengah terbaring sakit.

Setelah itu, raja membentuk sebuah tarian yang lengkap dengan iringan gamelannya.

Bahkan ada juga yang menyatakan bahwa sejarah Tari Legong ini diawali dari lahir dua orang putri cantik dari betis.

Sebuah kejadian yang unik karena Batari Giriputri tidak mengandung di perut, melainkan langsung melahirkan dari betisnya.

Kalau versi buku Babad Sukawati, Tari Legong ini muncul di abad ke -19 dari hasil pertapaan yang dilakukan oleh Raja Sukawati di taman Ketewel (daerah Sukawati Bali juga). Di sana dia melihat bidadari menari dengan sangat indah.

Lalu sejak saat itulah gerakan tari para bidadari tersebut ditirukan dan diajarkan kepada para gadis Bali. Mereka memakai topeng dalam menari agar mirip kecantikan para bidadari makanya awalnya nama Tari Legong ini adalah Tari Topeng Legong.

Tapi dalam perkembangannya, sekarang para penari Legong nggak pakai topeng. Ini adalah bukti bahwa perkembangan Tari Legong ini memang sangat pesat, sesuai dengan perkembangan jaman.

Tema

Memiliki makna yang di menceritakan tentang nilai-nilai keagamaan dan nilai-nilai sejarah.

Menurut sejarah merupakan perwujudan dari ungkapan rasa syukur dan terima kasih masyarakat Bali terhadap nenek moyangnya yang telah memberikan berbagai keberkahan yang tiada tara.

Namun seperti yang Anda kenal saat ini Tari Legong telah bertransformasi menjadi tarian hiburan hingga tarian penyambutan

Pola Lantai

Karena jumlah penari yang hanya 2 orang, maka pola lantai yang dipakai dalam Tari Legong ini bisa dikatakan pola lantai yang campuran.

Namun kebanyakan pola lantainya adalah lurus karena kedua penari yang akan sering menari dengan saling berhadapan.

Pada beberapa babak, pola lantai pun bisa berubah sesuai dengan alur cerita dalam tarian. Mengingat banyak sekali tema tarian yang bisa diangkat.

Kostum dan Property

Baju khas Bali yang blink-blink menjadi kostum utama dalam Tari Legong ini.

Warna kuning keemasan dengan aksesoris yang juga mencolok menjadi ciri kas busana penari Legong ini.

Mereka memakai selendang juga berwarna kuning yang nantinya saat menari bsia dikepakkan dengan lebarnya.

Kembang goyang pun tidak boleh ketinggalan, karena akan menambah kecantikan tampilan para penari Legong. kembang goyang ini diletakkan di bagian mahkota lengkap dengan bunga melati yang menambah keharuman.

Untuk property, para penari Legong membawa kipas masing-masing yang dipegang di salah satu bagian tangannya. Kipas tersebut akn diayunkan sesuai dengan gerakan tari yang dilakukan.

Macam-Macam Tarian Legong

  1. Legong Lasem (Kraton).
  2. Legong Jobog.
  3. Legong Legod Bawa.
  4. Legong Kuntul.
  5. Legong Smaradahana.
  6. Legong Sudarsana.
  7. Legong Playon.
  8. Legong Untung Surapati.
  9. Legong Andir (Nadir).
  10. Sang Hyang Legong atau Topeng Legong.

Semoga ini bisa dijadikan acuan untuk makalah.

Gerakan Dasar

a.) Gerakan Agam

Ini adalah gerakan kondisional yang didasarkan pada peran penari dalam Tari Legong. Kalau sebagai Prabu Lasem, maka gerakannya akan berbeda jika perannya sebagai Subali.

b.) Tandang

Gerakan ini adalah gerakan berjalan, yang terbagi menjadi beberapa jenis, yakni nyelendo, ngelikas, tandang nayog, ngeleog, nyeregseg, agem nyamir, tandang niltil, dan nayuh.

c.) Tangkep

Gerakan mimik wajah, begitulah maksud dari gerakan tarian yang satu ini. Gerakan mata menjadi kuncinya, yakni manis cerengu dan dedeling. Selain itu ada gerakan leher Ngurat Daun, Gulu Wangsul, Ngeliet, Ngotak Bahu, dan Ngilen.

Tangan yang lentik pun juga mendukung gerakan ini, yakni gerakan nredeh, nyeliring, dan girah. Adapun juga gerakan tangan memegang kipas yang masuk dalam istilah gerakan nyekel, ngaliput, dan nyingkel.

Referensi:

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *