Tari Saman

Tari Saman: Tarian Asal Aceh yang Mendunia & Diakui Oleh UNESCO

Pengertian

Tari Saman merupakan salah satu tarian yang paling terkenal di Aceh sampai sekarang. Tarian ini berasal dari dataran tinggi yang bernama Gayo.

Di masa lalu, tarian Saman biasanya dilakukan untuk merayakan acara-acara penting dalam adat dan masyarakat Aceh. Selain itu, tarian ini biasanya ditampilkan dalam perayaan kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Keunikan Tari Saman

Dari berbagai jenis tarian di Indonesia, Saman memiliki keunikan.

Tentu saja keunikan ini mungkin menjadi daya tarik utama dari pertunjukan tari Saman ini. Berikut merupakan beberapa tarian saman:

1. Gerakan Tangan Sebagai Pengiring

Tarian saman merupakan salah satu dalam kesenian tradisional yang berasal dari Aceh.

Secara umum, jangan menggunakan bantuan alat musik sebagai mengiringi dalam sebuah pertunjukan. Namun hanya dengan suara yang berasal dari penari itu sendiri.

Suara atau musik muncul dari kombinasi nyanyian para penari dan tepukan gerakan tarian, contohnya dengan tepuk tangan, tepuk tangan dan paha.

2. Formasi Yang Unik

Penari yang memiliki jumlah ganjil, paling banyak 17 orang dengan formasi tersebut. Penari dengan angka 1 dan 17 dinamai dengan penumpang.

Sedangkan penari dengan angka 2 hingga 7 dan angka 11 hingga 16 disebut tang. Kemudian penari dengan angka 8 dan 10 disebut tanda kurung dan penari dengan nomor 9 pengangkat.

3. Kaum Pria Dan Wanita Sebagai Pemain

Tarian tradisional Aceh ini biasanya dimainkan dengan para remaja putra. Tetapi ketika era mulai berkembang, banyak samantancer wanita dimulai.

Pada awalnya, hanya dimainkan dengan pria muda, yang berjumlah sekitar 10 orang, 8 orang berperan sebagai pemain dan dua orang sebagai komando.

4. Keharmonisan dan Keserasian Antar Penari

Gerakan berbeda dan unik dari tarian tradisional lainnya dapat menjadikannya dalam prasyarat untuk kohesi dan harmoni antara para penari.

Penari perlu lebih fokus pada setiap gerakan tarian. Selain itu, penari masih harus melantunkan atau menyanyikan puisi.

5. Kostum Atau Busana yang Beragam

Kostum atau pakaian yang digunakan dengan sang penari, dalam menggunakan sebuah pakaian tradisional pada umumnya, ringan dan cerah dengan dekorasi sederhana di kepala.

Ada 3 bagian kostum yang telah digunakan, yakni dengan kepala dalam bentuk bulbous, menempel pada pakaian tubuh kerawang, noda dan sarung tangan atau jari. Selain itu terdapat sapu tangan dan topeng di tangan.

6. Sebagai Media Dakwah

Pada umumnya, dalam tarian ini dapat digunakan sebagai media untuk menyampaikan saran dan ajaran dalam Islam. Peringatan dan propaganda disampaikan melalui lirik lagu-lagu yang dinyanyikan oleh para penari. Liriknya biasanya digunakan dalam bahasa Aceh dan Arab.

Selain lagu, yang berisi pesan khotbah dan konseling, nyanyian dari penari yang sama juga bisa menjadi sindiran. Ini juga memiliki kepentingan kesopanan, pendidikan atau pengajaran, kepahlawanan, dan kohesi yang tinggi dari rakyat Aceh.

7. Diakui UNESCO Sebagai Salah Satu Warisan Dunia

Tarian ini unik melalui gerakan tarian, filosofi universal, validitas, dan kekuatan pemindahan kepada komunitas.

Oleh karena itu, itu adalah salah satu tradisi bangsa Indonesia yang diakui dengan UNESCO selain boneka, batik, keris, dan sebuah alat musik angklung.

Sejarah

Tari Saman

Mengapa tarian ini dinamakan tari Saman?

Tarian ini dinamakan Saman karena diciptakan oleh seorang Ulama Gayo bernama Syekh Saman pada sekitar abad XIV Masehi, dari dataran tinggi Gayo.

Awalnya, tarian ini hanyalah berupa permainan rakyat yang dinamakan Pok Ane.

Namun, kemudian ditambahkan iringan syair-syair yang berisi puji-pujian kepada Allah SWT, serta diiringi pula oleh kombinasi tepukan-tepukan para penari. Saat itu, tari saman menjadi salah satu media dakwah.

Tujuan

Tari Saman merupakan salah satu media untuk pencapaian pesan dakwah yang mencerminkan nilai pendidikan, keagamaan, sopan santun, kepahlawanan, kekompakan, dan kebersamaan.

Sebelum tari saman dimulai akan ada mukaddimah atau pembukaan, dengan tampilnya seorang tua cerdik pandai atau pemuka adat untuk mewakili masyarakat setempat (keketar) yang memberikan syair berisi petuah dan dakwah kepada para pemain dan penonton.

Properti Tari Saman

1. Bulung Teleng

Jika dilihat dari bagian atas kepala, properti yang digunakan oleh penari adat khas suku Gayo ini adalah Bulung Teleng.

Bulung Teleng seringkali disebut sebagai tengkuluk yakni sejenis kain berwarna hitam yang digunakan sebagai dasar penutup kepala bagi seorang penari Saman.

Setengah bagian dari kain tersebut juga nampak disulam dengan benang tertentu layaknya baju bersunting kepies.

2. Kain songket

Properti Tari Saman berikutnya adalah kain songket.

Songket adalah sejenis tenunan kain tradisional yang berasal dari suku Melayu.

Wajar rasanya jika kain ini digunakan sebagai salah satu busana wajib yang dikenakan oleh penari Saman.

Bahkan bukan hanya digunakan untuk tarian Saman saja melainkan tarian lainnya yang berasal dari Sumatera banyak yang menggunakan kain ini sebagai busana penari.

Tergolong ke dalam kategori tenunan brokat, kain songket yang digunakan oleh penari Saman ditenun dengan benang berwarna emas dan perak.

Benang dengan warna tersebut membuat kain songket terlihat nampak kemilau cemerlang dan menarik bagi setiap mata yang memandang.

3. Topong gelang

Topong gelang merupakan sebuah gelang yang terbuat dari kain tertentu dan diikatkan pada tangan si penari. Properti ini berupa hiasan tangan yang berbentuk menyerupai rantai pada baju adat tarian tersebut.

Berbeda dari tarian tradisional lainnya, topong gelang hanya digunakan pada salah satu pergelangan tangan saja.

Topong gelang hanya dipakai pada pergelangan tangan kanan penari Saman.

Selain itu, penggunaan gelang kaki bagi penari Saman juga dirasa tidak perlu.

Hal tersebut dikarenakan bahwa gerakan penari hanya berfokus pada tangan dengan posisi duduk santun.

4. Stagen

Stagen merupakan aksesoris tetap yang digunakan oleh banyak penari tradisional.

Stagen yang digunakan oleh penari Saman berguna untuk mengencangkan baju agar tidak mengendur dan melorot.

Selain itu, penggunaan stagen juga untuk menunjukkan bentuk tubuh penari yang sesungguhnya. Adapun warna stagen yang sering digunakan adalah hitam.

Pemakaian stagen yang dilakukan oleh seorang penari tradisional memiliki filosofi tersendiri. Seperti halnya penari Saman.

Stagen digunakan agar tubuh penari tetap tegak dan santun terutama dalam bertindak maupun bertutur kata.

Dengan demikian, selain menikmati cerita tarian kiranya penonton juga dapat mengambil hikmah di balik beragam properti yang digunakan.

5. Baju

Baju yang dipakai oleh penari Saman umumnya menggunakan pakaian khas suku Gayo.

Pakaian ini sering disebut sebagai baju pokok atau baju kerawang.

Baju ini mempunyai warna dasar hitam dengan sulaman benang putih, merah dan hijau.

Di samping itu, pada bagian pinggang baju pokok ini juga disulam dengan menggunakan kedawek dan kekait serta berlengan pendek.

Baju adat Gayo yang dikenakan oleh penari Saman cukup berbeda dengan baju adat yang dikenakan oleh pengantin Gayo. Khususnya pada warna benang sulaman.

Baju Gayo yang digunakan oleh pengantin adat menggunakan teknik sulaman benang berwarna merah, putih, kuning dan hijau.

6. Celana

Celana yang digunakan penari Saman merupakan celana panjang dengan warna dasar hitam polos. Celana ini dibuat dengan kain bertekstur mengkilap.

Biasanya celana ini dikenakan hingga menutupi bagian mata kaki. Celana panjang yang digunakan sebagai kostum penari Saman ini memiliki motif atau corak tertentu pada bagian ujung bawah. Biasanya corak tersebut berwarna kuning emas tanpa memiliki renda.

Corak tersebut juga senada dengan warna kain songket yang dikenakan untuk melilit pinggang penari. Bentuk corak tersebut melingkar secara horizontal layaknya membentuk gelang kaki pada celana penari.

7. Sarung

Sarung ini digunakan untuk melilit celana panjang hitam yang dipakai oleh penari Saman.

Warna kain sarung yang digunakan menyesuaikan dengan warna dasar baju penari tersebut.

Kain sarung tersebut juga memiliki motif batik yang menyesuaikan dengan adat masyarakat setempat.

Adapun motif batik yang sering digunakan dalam tarian tradisional tersebut adalah motif batik Gayo.

Batik Gayo atau yang lebih dikenal dengan istilah Kerawang Gayo merupakan sulaman di atas selembar kain yang mengusung lambang maupun gambar berfalsafah tertentu.

Yang menjadi khas dari batik Gayo adalah bahan dasar pewarnaan yang terbuat dari benang.

Referensi:

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *